PENGGUNAAN MOTOR SINKRON TIGA PHASA TIPE SALIENT POLE SEBAGAI GENERATOR SINKRON

Denny Richard Pattiapon, Jacob J Rikumahu, Marselin Jamlaay

Abstract


Suatu motor sinkron bila hendak digunakan sebagai generator sinkron, maka motor tersebut harus digerakkan oleh suatu penggerak mula pada kecepatan sinkron dan belitan rotornya harus dieksitasi melalui suatu catu daya DC. Dalam mengoperasikan motor sinkron sebagai generator sinkron adalah motor sinkron tidak memiliki penguatan medan atau eksitasi sendiri (self excitation), sehingga dibutuhkan catu daya tegangan DC yang dapat diatur untuk kebutuhan eksitasi medan rotor. Penguat atau eksitasi sendiri digunakan untuk menghasilkan eksitasi medan pada motor sinkron agar dapat beroperasi sebagai generator sinkron. Rangkaian catu daya DC dapat berupa rangkaian yang terpisah dari generator ataupun rangkaian yang tidak terpisah dalam hal ini tegangan keluaran (output) generator disearahkan dan digunakan sebagai catu daya eksitasi medan.

Metode yang digunakan untuk menyelesaikan penelitian ini adalah riset dan pengembangan yaitu suatu metode yang dipakai untuk mengembangkan model, alat atau aplikasi tertentu berdasarkan proses penelitian.

Dimana motor sinkron dioperasikan sebagai generator sinkron yang menggunakan penguat medan terpisah, dengan beban 0 – 210 Watt, ternyata yang terjadi adalah semakin besar beban yang diberikan  pada generator, maka putaran generator dan tegangan keluaran yang dihasilkan dari generator mengalami penurunan, sehingga putaran generator harus distabilkan kembali pada putaran 1500 Rpm dan tegangan keluaran pada masing-masing fasa harus distabilkan pada 220 VAC, sedangkan dengan menggunakan penguat medan sendiri dengan beban 0 - 240 Watt, yang terjadi adalah tegangan eksitasi generator yang dihasilkan dari penguat medan sendiri (self excitation) akan tetap stabil, dan akan adalah putaran motor sinkron menurun dan harus distabilkan kembali pada putaran 1500 Rpm, tegangan eksitasi generator yang disuplai dari penguat medan sendiri tetap stabil. Sedangkan tegangan keluaran pada generator sinkron mengalami penurunan dari 252 VAC pada beban nol sampai 220 VAC pada beban maksimum dan arus mengalami peningkatan

Keywords


Motor Sinkron Tiga Phasa; Self Excitation Generator Sinkron

References


Purnama, A 2012. Definisi dan Prinsip Kerja Motor Listrik . http://elektronika-dasar.web.id. Diakses pada tanggal 31 Maret 2014

Purnama, A 2012. Dioda Jembatan. http://elektronika-dasar.web.id. Diakses pada tanggal 25 Agustus 2014

Purnama , A 2012. Prinsip Kerja Motor DC. http://elektronika-dasar.web.id. Diakses pada tanggal 31 Maret 2014

Manik, D.N 2012. Motor Sinkron.http://dismanmanik.blogspot.com.Diakses pada tanggal 31 Maret 2014

Dourangga, 2011. Kapasitor. http://infokomel.wordpress.com. Diakses pada tanggal 25 Agustus 2014

Nizbah, F 2013. Pengertian dan Prinsip Kerja Motor Sinkron . http://faizalnizbah.blogspot.com. Diakses pada tanggal 31 Maret 2014

Guntoro, H 2008. Motor Listrik.http://dunia-listrik.blogspot.com. Diakses pada tanggal 1 April 2014

Supriyono, M 2013. Jenis dan Fungsi Trafo. http://informasicuy.blogspot.com. Diakses pada tanggal 25 Agustus 2014

Pratama, M.A 2013. Motor DC.http://blogs.itb.ac.id. Diakses pada tanggal 1 April 2014

Ahadi, M 2013. Prinsip Kerja Trafo. http://www.masuklis.com. Diakses pada tanggal 25 Agustus 2014




DOI: https://doi.org/10.31959/js.v9i2.386

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Creative Commons License
This Journal Simetrik is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.