APLIKASI SENSOR ULTRASONIC PADA SISTEM PENCUCI TANGAN NON SENTUH SEBAGAI ANTISIPASI ERA NEW NORMAL DI JURUSAN TEKNIK MESIN - POLNAM

Authors

  • Ridolf R Kermite Politeknik Negeri Ambon
  • Nanse H Pattiasina Politeknik Negeri Ambon
  • Epianus E Nanlohy Politeknik Negeri Ambon

DOI:

https://doi.org/10.31959/jpmi.v4i1.983

Abstract

Politeknik Negeri Ambon dengan sigap berproses dalam upaya pencegahan Corona Virus Disease (COVID-19). Sesuai surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3 tahun 2020 tentang pencegahannya pada Satuan Pendidikan lebih dititik beratkan untuk memastikan ketersediaan sarana cuci tangan pakai sabun (CTPS) dan alat pembersih sekali pakai (tissue) di berbagai lokasi strategis di satuan pendidikan serta memastikan bahwa warga satuan pendidikan menggunakan sarana CTPS (minimal 20 detik) dan pengering tangan sekali pakai sebagaimana mestinya, dan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) lainnya. Kondisi saat ini pada pintu masuk utama POLNAM diberlakukan pemeriksaan suhu tubuh bagi setiap pegawai dan dosen menggunakan thermometer gun laser infrared digital,  tersedia wastafel dengan pencuci tangan konvensional dan botol sabun non otomatis di gedung utama, penggunaan masker dan face shield bagi civitas akademika serta penerapan physical distancing di saat aktifitas perkantoran dan perkuliahan. Aktivitas demikian, belum bisa mengurangi dampak penyebaran COVID-19, karena perilaku yang belum tertata secara baik. Untuk antisipasi new normal, maka melalui kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan pembuatan alat cuci tangan yang diaplikasikan secara otomatis dengan cara non sentuh. Hasilnya menunjukkan bahwa spesifikasi alat cuci tangan non sentuh memiliki ukuran panjang (p) = 49 cm, lebar (l) = 58 cm dan tinggi (t) = 71 cm. Terbuat dari material  alumunium, pvc dan  besi. Aplikasi sensor menggunakan sensor ultrasonic tipe HC-SR04 dengan adaptor 12 Volt. Berfungsi menggunakan 1 (satu) saluran pipa keran yang sama untuk akses air, sabun dan air lagi, dengan total operasional alat adalah 19.9 detik atau 20 detik.

References

Abdul Kadir.2018,â€Arduino dan Sensorâ€, Edisi 1, Penerbit ANDI, Yogyakarta

Arthur H.P. Mawontu, Janri Tumbal, Michelle Pontoh, Yanti Mewoh, 2018,â€Evaluasi Efektivitas Prosedur Cuci Tangan Pada Operator Pungsi Lumbal di Bagian Neorologi RSUP R.D Kandou Manadoâ€, Vol. 1, No. 1, Hal 47-66

Amelia Alawiah, Adnan Rafi Al Tahtawi, 2017,â€Sistem Kendali dan Pemantauan Ketinggian Air pada Tangki Berbasis Sensor Ultrasonikâ€, Vol.01, No.01, Hal 25-30

Citra Umari, Eci Anggraini, Rofif Zainul Mutaqqin, 2017,â€Rancang Bangun Sistem Peringatan Dini Banjir Berbasis Sensor Ultrasonik dan Mikrokontroler Sebagai Upaya Penanggulangan Banjirâ€, Vol.04, No.02, Hal. 35-42

https://adoc.tips/author/Bambang+Budiman, diakses 09 Agustus 2020, pukul 14.25 WIT

Rohmat Suprapto, Mardiyan Hayati, Silvia Nurbaity,etc, 2020,â€Pembiasaan Cuci Tangan yang Baik dan Benar pada Siswa Taman Kanak-Kanak (TK) di Semarangâ€,Vol.02, No. 02, Hal. 139 -145

Romi Fadli, Citra Dewi, 2019,â€Pengembangan Sensor Ultrasoic Guna Pengukuran Pasang Surut Laut Secara Otomatis dan Real Timeâ€,Vol.23, No. 1, Hal. 1-16

Roswari, 2007,â€Perencanaan dan Penggambaran Sistem Perpipaanâ€, Cetakan 1, Penerbit Universitas Indonesia Press

Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3 tahun 2020, tentang Pencegahan Corona Virus Disease (COVID-19) pada Satuan Pendidikan

Downloads

Published

2022-05-19

Issue

Section

Articles