PENINGKATAN NILAI TAMBAH PISANG MELALUI PENGOLAHAN KERIPIK PISANG SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN EKONOMI DI YAYASAN ALFA OMEGA, DESA MATA AIR, KUPANG

Authors

  • Maria Villaova Franssilia Wada Jurusan Administrasi Bisnis, Politeknik Negeri Kupang
  • Elisabeth Rolia Gobang Jurusan Administrasi Bisnis, Politeknik Negeri Kupang
  • Hesandi Zacharias Jurusan Administrasi Bisnis, Politeknik Negeri Kupang
  • Joy Stephanie Amalo Jurusan Administrasi Bisnis, Politeknik Negeri Kupang
  • Kevin Aston Junerdin Tulle Jurusan Administrasi Bisnis, Politeknik Negeri Kupang
  • Lasarus Gela Hina Jurusan Administrasi Bisnis, Politeknik Negeri Kupang
  • Marianus Yanuario Ngebos Jurusan Administrasi Bisnis, Politeknik Negeri Kupang
  • Matalya Ananda Djami Jurusan Administrasi Bisnis, Politeknik Negeri Kupang
  • Samadewa Yosua Gadi Jurusan Administrasi Bisnis, Politeknik Negeri Kupang
  • Yohanes Marselino Carut Jurusan Administrasi Bisnis, Politeknik Negeri Kupang

DOI:

https://doi.org/10.31959/jpmj.v9i2.4012

Abstract

Pisang merupakan salah satu komoditas hortikultura yang dibudidayakan oleh Yayasan Alfa Omega di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, namun selama ini hasil panen tersebut hanya dipasarkan dalam bentuk buah segar dengan nilai jual yang relatif rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas pisang melalui pengolahan menjadi keripik pisang sebagai upaya pemberdayaan ekonomi mitra. Kegiatan dilaksanakan melalui program Project Based Learning (PBL) mahasiswa Program Studi D3 Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Kupang pada periode 13 April sampai 3 Juli 2026, dengan metode pendampingan langsung mulai dari observasi dan identifikasi masalah, perencanaan produksi, pelaksanaan produksi (pengupasan, pengirisan, penggorengan, penirisan minyak, pemberian varian rasa, dan pengemasan), hingga pemasaran dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa satu siklus produksi berhasil menghasilkan 44 kemasan keripik pisang dengan tiga varian rasa (cokelat, stroberi, dan balado), memperoleh total penjualan Rp440.000 dengan Harga Pokok Produksi Rp250.000, sehingga diperoleh laba sebelum pajak Rp190.000 dan laba setelah Pajak Penghasilan Final UMKM (0,5%) sebesar Rp187.800. Seluruh hasil penjualan tersebut digunakan untuk mengembalikan modal awal yang dikumpulkan oleh tim mahasiswa, sehingga capaian utama kegiatan ini bukan semata-mata keuntungan finansial yang diserahkan kepada yayasan, melainkan peningkatan kapasitas produksi, pengembangan produk bernilai tambah, serta rekomendasi sistem pengelolaan usaha, seperti pencatatan administrasi berbasis aplikasi Odoo dan pengurusan legalitas usaha (Nomor Induk Berusaha), yang dapat direplikasi yayasan pada siklus produksi selanjutnya. Kegiatan ini disimpulkan mampu meningkatkan keterampilan pengolahan pangan, memperkenalkan sistem pengemasan dan pelabelan produk yang lebih menarik, serta membuka wawasan mitra mengenai potensi pengembangan usaha keripik pisang secara berkelanjutan.
Kata kunci: nilai tambah; keripik pisang; pemberdayaan ekonomi; Project Based Learning; Yayasan Alfa Omega

Downloads

Published

2026-07-16