Sosialisasi E-Money Dan Pembuatan Merchant E-Money Bagi Pengusaha Kuliner Dalam Meminimalisir Penyebaran Covid 19 Di Kota Ambon

Maudy Marla Tanihatu, Meiske Helena Tangnga

Abstract


E-money merupakan salah satu alat pembayaran yang berbeda dengan kartu kredit  ataupun kartu debit. Prinsip orang memiliki e-money adalah menyimpan sejumlah uang pada media elektronik, namun tingkat pemahaman masyarakat terhadap e-money masih kurang. Pemanfaatan uang e-money di kota Ambon masih terbilang terbatas, yaitu pada sektor transportasi online, di supermaket dan beberapa toko di mall, di Indomaret dan Alfa Mart, yang semuanya itu merupakan jaringan toko nasional yang sudah menerapkan sistem pembayaran non tunai dengan e-money sebagai salah satu metode pembayarannya. Kurangnya informasi dan pemahaman masyarakat tentang e-money menjadi penyebab utama kurangnya minat masyarakat kota Ambon dalam memanfaatkan e-money sebagai alat pembayaran non tunai. Demikian juga halnya  pada usaha-usaha yang pemiliknya orang Ambon masih sangat jarang ditemui usaha-usaha teersebut yang memiliki dan terdaftar sebagai merchant e-money. Permasalahannya sama, yaitu kurangnya informasi dan pemahaman tentang kemudahan bertransaksi yang di miliki oleh e-money tersebut. Tujuan akhir yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah  pengusaha kuliner yang menjadi sasaran kegiatan ini dapat memakai e-money sebagai alat pembayaran non tunai, mempunyai merchant E-Money sendiri dan tentunya membantu pemerintah untuk menekan laju penyebaran virus covid 19 di kota Ambon. Selain itu, masyarakat kota Ambon juga dapat mengenal transaksi virtual dan memanfaatkan E-Money dalam berbagai transaksi yang dilakukan.

Metode pendekatan yang dipakai dalam kegiatan ini adalah pendataan pengusaha kuliner yang ada dikota Ambon dan menentukan 10 pengusaha yang akan dijadikan sasaran kegiatan serta melakukan pendekatan awal dengan mereka, mengidentifikasi jenis merchant E-Money yang bisa digunakan dengan mudah dan aman serta dapat dipahami secara baik oleh pengusaha kuliner yang menjadi sasaran, melakukan kunjungan secara langsung ke lokasi usaha dari 10 pengusaha kuliner dan menjelaskan tentang penggunaan E-Money, membuat merchant E-Money bagi 10 pengusaha kuliner sebagai media untuk bertransaksi secara virtual dengan pembeli, melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara daring lewat media sosial seperti facebook dan instagram tentang pentingnya penggunaan E-Money terutama dalam era covid 19 sekarang ini dan melakukan pendampingan secara berkala kepada 10 pengusaha kuliner yang menjadi sasaran agar transaksi lewat merchant E-Money dapat berjalan secara berkelanjutan dan mengevaluasi hasil penggunaan merchant E-Money yang sudah dimiliki.


Keywords


E-Money, Pengusaha Kuliner

References


Bhaskoro. A.J (2013). Survey:Orang Indonesia Saat ini Familiar Dengan E-money

Namun Masih enggan Untuk Menggunakannya.

https://dailysocial.id/post/survey-emoney-indotelkom Diakses pada 20 Juli

pukul 20:15

Chauhan, Shumedha, (2015). ”Acceptance of mobile by poor citizens of India : Integrating trust into the technology acceptance model”. Emerald Insight Vol. 17 Iss 3 pp. 58-68 :Institut Gugaon India.

Putu Riska Widiartini, Ni Nyoman Kerti Yasa. Peran Kepercayaan dalam Memediasi Hubungan Persepsi Nilai dengan Niat Menggunakan E-Money. Matriks: Jurnal Manajemen , Strategi Bisnis dan Kewirausahaan. Vil 11. No 1. Februari, 2017




DOI: https://doi.org/10.31959/jpmj.v3i2.582

DOI (Klik disini untuk file PDF): https://doi.org/10.31959/jpmj.v3i2.582.g464

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Creative Commons License
This Jurnal Pengabdian Masyarakat JAMAK is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.