STRATEGI PENGEMBANGAN TEMPAT WISATA PANTAI LARIKE SEBAGAI OBJEK WISATA
DOI:
https://doi.org/10.31959/jm.v12i1.3510Abstract
Keterbatasan Pemerintah Negeri Larike dalam memanfaatkan sumber pendapatan dari potensi yang dimiliki sebagai akibat dari keterbatasan sarana dan parasarana yang dimiliki, kurangnya SDM dalam mengelola potensi yang dimiliki, pengetahuan informasi dan teknologi dalam memperkenalkan dan mengelola potensi wisata dan belum adanya pembentukan kesadaran masyarakat dalam bentuk sikap sadar wisata. Sehinga tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis strategi serta alternatif strategi pengembangan tempat wisata yang tepat dan sesuai.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dalam bentuk studi kasus, dimana objek penelitian adalah strategi pengembangan tempat wisata Negeri Larike, unit analisis adalah Pemerintah Negeri Larike yaitu kelompok masyarakat yang mempunyai kepentingan dalam penggelolaan potensi wisata Negeri Larike. Data yang diolah dalam penelitian adalah data kualitatif. Variabel penelitian yaitu strategi pengembangan, alternatif strategi pengembangan dan analisis SWOT. Kuesioner digunakan untuk memperkuat data yang dicari. Untuk menjawab permasalahan penelitian dilakukan analisis diskriptif dan analisis SWOT.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Pemerintah Negeri Larike lebih memilih menggunakan strategi fokus atau strategi kombinasi dari cost leadership dan strategi diferensiasi. Dalam pengelolaan tempat wisata sudah melakukan dan menjalankan strategi pengembangan secara internal dan eksternal. Dan posisi strategi pengembangan tempat wisata Negeri Larike berada dalam posisi lemah dan masuk dalam kategori penciutan turn around.
Kata Kunci: Strategi Pengembangan, Tempat wisata
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Maria M. Tetelepta1), Roy A Wattimena2), Fauzia Tutupoho3)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








